Aceh Utara – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkoordinasi melakukan penanganan tanggap darurat terhadap akses masyarakat di tiga gampong (desa) di Kecamatan Sawang yang terputus akibat bencana banjir.
Ketiga pemukiman tersebut meliputi Gampong Riseh Tunong, Riseh Teugoh, dan Riseh Baroh, yang hingga kini akses transportasinya masih dalam kondisi darurat.
Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, S.I.Kom., alias Payang, Selasa (1/9/2026) kemarin, menyampaikan apresiasi atas respons cepat BWS Sumatera I yang langsung meninjau lokasi penanganan pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BWS Sumatera I yang memberikan perhatian dan membantu upaya menghubungkan kembali tiga desa ini dengan Kecamatan Sawang. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan proses serta dukungan semua pihak,” kata Tarmizi saat meninjau lokasi terdampak.
Tarmizi menjelaskan pemulihan infrastruktur pascabencana memerlukan penanganan secara bersama-sama, baik dari pemerintah daerah, instansi teknis vertikal, maupun masyarakat, agar mobilitas warga dan roda perekonomian dapat kembali pulih.
Sementara itu, Staf Khusus BWS Sumatera I Jamaluddin menyatakan pihak BWS segera melakukan penanganan penanggulangan darurat, khususnya fokus pada perbaikan infrastruktur dan tebing sungai yang rusak tergerus banjir.
“Dalam dua hari ke depan kami memfokuskan pembenahan akses jalan masyarakat dan penanganan infrastruktur tebing sungai yang terdampak. Pelaksanaan penanganan fisik ditargetkan mulai berjalan pekan depan,” ujar Jamaluddin.
Selain penanganan tebing sungai, kata Jamaluddin, BWS Sumatera I juga berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh agar penanganan akses transportasi warga dapat berjalan secara terpadu sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan serta mengembalikan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat di tiga gampong tersebut secara berkelanjutan.












