NEW

Pelayanan RSUD dr. Zubir Mahmud Dikeluhkan: Keluarga Pasien Harus Antar Darah ke Lab Sendiri Hingga Cekcok Masalah Kamar Inap

×

Pelayanan RSUD dr. Zubir Mahmud Dikeluhkan: Keluarga Pasien Harus Antar Darah ke Lab Sendiri Hingga Cekcok Masalah Kamar Inap

Sebarkan artikel ini

IDI RAYEUK – Keluhan terhadap kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud kembali mencuat. Kali ini, ketidakpuasan datang dari keluarga pasien yang merasa sistem pelayanan di rumah sakit tersebut tidak optimal dan terkesan tebang pilih.

 

23-/6/-2026–Insiden ini bermula saat keluarga pasien mengaku diminta oleh pihak rumah sakit untuk mengantarkan sendiri sampel darah pasien ke laboratorium (lep) guna pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini dinilai sangat tidak profesional karena seharusnya menjadi tanggung jawab petugas medis, apalagi keluarga sedang dalam kondisi panik dan lelah mengurus pasien.

 

Ketegangan Terkait Ketersediaan KamarSituasi semakin memanas di area pendaftaran kamar inap. Keluarga pasien sempat terlibat cekcok dengan petugas setelah diberitahu bahwa seluruh kamar rawat inap sedang penuh dan tidak ada sisa tempat tidur yang kosong. Masalah keterbatasan kamar ini memang sempat dilaporkan terjadi sebelumnya, di mana banyak pasien tertahan di IGD karena tidak kunjung mendapatkan ruang perawatan.

 

Namun, yang memicu amarah spontan keluarga pasien adalah kecurigaan adanya praktik “orang dalam”. Dalam suasana emosional, keluarga pasien sempat melontarkan kata-kata pedas yang menyatakan bahwa jika pasien tidak memiliki kenalan atau koneksi di rumah sakit umum tersebut, maka mustahil untuk mendapatkan kamar.

 

Bila tidak ada yang dikenal, tidak ada kamar di rumah sakit umum ini!” ujar salah satu keluarga pasien dengan nada kecewa

 

Anehnya, tak lama setelah kata-kata spontan dan protes keras tersebut dilontarkan, pihak rumah sakit tiba-tiba menginformasikan bahwa ada kamar yang tersedia untuk pasien tersebut. Kejadian ini memperkuat dugaan masyarakat mengenai sistem manajemen kamar yang dianggap kurang transparan dan profesional.

 

Masyarakat berharap pihak manajemen rumah sakit segera melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam transparansi sistem rujukan kamar dan prosedur pelayanan laboratorium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *