dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini mencekik warga
Aceh — Kelangkaan material bangunan yang melanda di wilayah Aceh kini berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Masyarakat dan pelaku usaha konstruksi kian terancam akibat lonjakan harga semen yang meroket drastis hingga 10 persen dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini mencekik warga yang sedang melakukan renovasi maupun pembangunan rumah, mengingat semen merupakan kebutuhan primer yang tidak dapat ditunda.
Berdasarkan pantauan langsung di sejumlah toko bangunan di Jalan Banda Aceh-Medan, meroketnya harga terjadi merata di berbagai merek:
Semen Andalas: Melonjak menjadi Rp72.000 per sak dari harga normal Rp65.000.
Semen Garuda: Mengalami kenaikan ekstrem dari Rp52.000 menjadi Rp67.000 per sak.
Semen Rajawali: Ikut merangkak naik dari Rp57.000 menjadi Rp67.000 per sak.
Para pemilik toko material mengaku kehabisan cara untuk memenuhi permintaan konsumen. Pasokan yang dikirim oleh distributor menyusut drastis dan tidak lagi sesuai dengan jumlah pesanan toko. Kondisi pasar yang timpang ini memicu kepanikan di kalangan warga yang khawatir harga akan terus melambung tanpa kendali.
Proyek Rumah Warga Terhenti: Banyak pembangunan hunian swadaya milik masyarakat terpaksa mangkrak karena biaya membengkak di luar anggaran awal.
Kerugian Sektor Usaha: Para kontraktor lokal dan pekerja bangunan terancam kehilangan pendapatan akibat penghentian sementara aktivitas proyek fisik.
Efek Domino Bahan Bangunan: Selain semen, material penting lain seperti besi, seng, hingga cat dilaporkan ikut mengalami tren kenaikan harga secara bersamaan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan intervensi pasar guna menstabilkan pasokan dan menyetop spekulasi harga sebelum situasi ekonomi warga semakin memburuk.












