mengatakan wisatawan negeri jiran datang untuk melihat langsung peninggalan sejarah Islam Samudera Pasai.
ACEH UTARA – Kompleks makam Sultanah Nahrasyiah di Gampong Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, masih menjadi daya tarik wisata sejarah. Pengunjung didominasi wisatawan Malaysia dan Singapura.
Juru Pelihara Kompleks Makam Sultanah Nahrasyiah, Rasyidin, mengatakan wisatawan negeri jiran datang untuk melihat langsung peninggalan sejarah Islam Samudera Pasai.
“Wisatawan Malaysia dan Singapura cukup banyak. Mereka tertarik mempelajari sejarah Islam di Nusantara, karena Samudera Pasai memiliki peran penting dalam penyebaran Islam,” kata Rasyidin, Kamis, (3/9/2026).
Selain wisatawan mancanegara, kunjungan wisatawan domestik juga cukup ramai. Sejumlah pengunjung datang dari berbagai daerah, termasuk Padang, Sumatera Barat.
Kompleks makam tersebut, kata Rasyidin menyimpan sedikitnya 72 makam tokoh penting Samudera Pasai, di antaranya makam Sultanah Nahrasyiah, Sultan Zainal Abidin, ulama, dan panglima perang.
Rasyidin berharap tingginya kunjungan wisatawan dapat mendorong perhatian lebih besar terhadap pelestarian situs sejarah Samudera Pasai sekaligus mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata sejarah.












