NEW

Semen Andalas Langka dan Mahal di Tanah Kelahiran, Anggota DPRA Harus Desak Pemerintah Aceh Bersikap Tegas

×

Semen Andalas Langka dan Mahal di Tanah Kelahiran, Anggota DPRA Harus Desak Pemerintah Aceh Bersikap Tegas

Sebarkan artikel ini
PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga

 

Aceh Timur—komoditas semen merek Semen Andalas yang diproduksi langsung oleh PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan mengalami kelangkaan parah di sejumlah daerah. Kelangkaan pasokan ini memicu lonjakan harga yang dinilai tidak wajar dan mencekik konsumen local.

 

Berdasarkan pantauan lapangan di beberapa kabupaten seperti Aceh Tengah, Aceh Utara, hingga Aceh Tamiang, harga eceran semen Semen Andalas meroket tajam dari harga normal Rp57.000–Rp60.000 kini menyentuh angka Rp75.000 hingga nyaris Rp100.000 per sak. Kenaikan harga ekstrem ini diperparah oleh minimnya stok di toko-toko bangunan eceran.

 

Dampak dari kelangkaan bahan bangunan vital ini dirasakan langsung oleh para kontraktor serta masyarakat yang sedang membangun fasilitas publik. Beberapa program pembangunan desa, pengerjaan rumah hunian tetap (huntap) korban bencana, hingga proyek infrastruktur daerah terpaksa melambat akibat kesulitan mendapatkan pasokan barang. Para pekerja konstruksi terpaksa menunggu kiriman dari luar daerah atau beralih ke merek alternatif dengan harga yang sama tingginya.

 

Pedagang eceran mengaku kuota pengiriman dari distributor utama mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Masalah logistik serta fluktuasi biaya operasional di tingkat agen disinyalir menjadi pemicu tersendatnya distribusi semen di wilayah hulu dan pesisir Aceh.

 

Pemerintah Aceh segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan rantai distribusi pasokan. Langkah tegas ini penting untuk mengantisipasi adanya spekulan atau pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi demi mencari keuntungan sepihak di tengah kesulitan warga.

 

Isu disparitas harga Semen Andalas di Aceh sebenarnya bukan barang baru. Sebelumnya, Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga sempat mempertanyakan mengapa harga semen eceran di Sumatera Utara justru sering kali ditemukan lebih murah daripada di daerah produksinya sendiri di Aceh.

 

Masyarakat dan pelaku usaha konstruksi di Aceh berharap pihak manajemen pabrik serta pemerintah daerah segera bersinergi untuk menertibkan tata distribusi logistik. Pengawasan ketat pada jalur distribusi dari pabrik hingga ke pengecer kecil diharapkan mampu mengembalikan stabilitas pasokan dan menormalkan kembali harga jual semen di seluruh kabupaten naik di wilayah Aceh,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *