Bireuen. Selamat pagi pemirsa, kilas utama kembali hadir di sela-sela aktivitas Anda. Upaya peningkatan layanan kesehatan jantung di ujung barat Indonesia mencetak sejarah baru hari ini. Pemerintah Aceh bersama jajaran rumah sakit daerah resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) strategis untuk memperluas akses penanganan penyakit kardiovaskular. Langkah besar ini ditandai dengan peluncuran fasilitas medis vital di Kabupaten Bireuen. 31 juli 2026
1. RSUD dr. Fauziah (Kabupaten Bireuen – Lokasi Peluncuran Cathlab)
2. RSUD Cut Meutia (Kabupaten Aceh Utara)
3. RSUD dr. H. Yuliddin Away (Kabupaten Aceh Selatan)
4. RSUD Cut Nyak Dhien (Kabupaten Aceh Barat)
5. RSUD Teungku Chik Ditiro (Kabupaten Pidie)
6. RSUD Aceh Tamiang (Kabupaten Aceh Tamiang)
7. RSUD Teungku Pekan (Kabupaten Aceh Barat Daya)
8. RSUD Datu Beru (Kabupaten Aceh Tengah)
9. RSUD dr. Zubir Mahmud (Kabupaten Aceh Timur)
10. RSUD Munyang Kute (Kabupaten Bener Meriah)
11. RSUD Sultan Iskandar Muda (Kabupaten Nagan Raya)
12. RSUD Sahudin (Kabupaten Tenggara)
13. RSUD Ali Kasim (Kabupaten Gayo Lues)
14. RSUD SIM (Kabupaten Simeulue)
15. RSUD Kota Subulussalam (Kota Subulussalam)
16. RSUD Langsa (Kota Langsa)
17. RSUD Lhokseumawe (Kota Lhokseumawe)
18. RSUD Meuraxa (Kota Banda Aceh)
18. RSUD Sabang (Kota Sabang)
20. RSUD Pidie Jaya (Kabupaten Pidie Jaya)
21. RSUD Aceh Jaya (Kabupaten Aceh Jaya)
22. RSUD Aceh Singkil (Kabupaten Aceh Singkil)
Bertempat di Bireuen, penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini melibatkan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita selaku rumah sakit rujukan nasional, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, serta dua puluh dua RSUD yang tersebar di seluruh wilayah Aceh.
Kolaborasi berskala besar ini diinisiasi untuk memangkas jarak pelayanan dan mempercepat waktu penanganan pasien jantung. Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat banyak pasien dari daerah terpencil harus menempuh perjalanan jauh ke ibukota provinsi, yang seringkali berisiko bagi keselamatan pasien dalam kondisi darurat.
Selain penandatanganan komitmen bersama, agenda utama dalam pertemuan ini adalah peluncuran resmi layanan Cathlab atau Laboratorium Kateterisasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen.
Kehadiran fasilitas Cathlab di RSUD dr. Fauziah ini menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah tengah dan timur Aceh. Fasilitas mutakhir ini memungkinkan tim medis melakukan tindakan intervensi seperti pemasangan cincin jantung atau diagnostik penyakit pembuluh darah secara cepat, tanpa perlu merujuk pasien keluar daerah. Pemerintah Aceh berharap, jejaring rujukan yang kuat antara RS Harapan Kita, RSUD Zainoel Abidin, dan rumah sakit daerah ini dapat menekan angka kematian akibat serangan jantung di bumi Serambi Mekah.
Dengan adanya integrasi sistem rujukan dan penambahan fasilitas modern ini, pemenuhan hak kesehatan masyarakat Aceh diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan merata.












